Ayam Kampung Super

itikMemelihara Ayam Kampung identik dengan pertumbuhan yang lambat dan masa tunggu yang lama, tetapi anggapan ini ditepis dengan memelihara jenis Ayam Kapung Super yang ditunjang dengan pemeliharaan dan nutrisi yang tepat.
Ditemui di rumahnya di wilayah turi, Sleman, Bapak Darmo Broto (43 tahun) berbagi cerita tentang keberhasilanya beternak Ayam Kampung Super. Ditanya kenapa tertarik untuk beternak ayam kampung super, Bapak 2 putra ini menjawab bahwa prospek bisnis Ayam Kampung Super ini sangat bagus. Dari sisi pemasaranya tidak sulit karena permintaan akan daging ayam semakin meningkat dari tahun ke tahun, apalagi ayam kampung yang terkenal memiliki cita rasa daging yang khas dan kadar kolesterol rendah sehingga saat ini kian diminati oleh konsumen.
Pemeliharaan Ayam Kampung Super juga tidak terlalu rumit dan tidak harus dengan kandang pemeliharaan yang luas sehingga dapat dijadikan usaha sambilan yang cukup menguntungkan.
Ditanya berapa keuntungan yang didapat dari memelihara Aam Kampung Super ini, Pak Broto mengungkapkan keuntungan yang didapat dari memelihara Ayam Kampung Super sebesar 2 juta rupiah untuk satu kali periode pemeliharaan sekitar 2 bulan dengan populasi 500 ekor ayam.
Harga DOC Ayam Kampung Super Rp. 4.200,- yang belum divaksin dan Rp. 4.300,- untuk DOC ayam kampng Super yang telah di vaksin. Harga jual Ayam Kampung Super Umur 2 bulan dengan bobot 0,9 sampai 1 kg adalah Rp 22.000 sampai Rp 20.000 perkilogramnya di tingkat peternak, yang tentunya harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler. Kandang yang harus disiapkan juga tidak terlalu memakan biaya, karena tidak harus dengan kandang panggung seperti pemeliharaan ayam broiler, tetap kandan denan alas langsung tanah juga bisa ntuk pemeliharaan Ayam Kampung Super ini.
Meninjau kandang yang memuat 600 ekor ayam dengan kondisi yang sehat dan siap panen, Kami bertanya apa resep nya untuk menghasilkan ayam yang sehat ini ? Dijawab oleh pak Broto “kuncinya pada pakan yang nutrisinya bagus dan ditunjang dengan pemnberian VITERNA Plus dan POC NASA untuk kelengkapan vitaminnya”.
Menurut pak Broto, keunggulan VITERNA Plus dan POC NASA adalah dapat merangsang nafsu makan ayam sehingga pertumbuhan ayam lebih cepat dibandingkan yang tidak diberi VITERNA Plus dan POC NASA.
Untuk menghemat pakan ayam nya, Pak Broto meramu pakan sendiri yang komposisinya terdiri dari jagung giling, bekatul, bungkil kelapa, dan tetes tebu yang difermentasi dengan probiotik.
VITERNA Plus dan POC NASA diberikan melalui air minum ayam dengan dosis 1 tutup botol kemasan VITERNA Plus dan POC NASA yang telah dioplos dijadikan satu lalu dicampurkan pada 5 liter air minum. Selain itu pemberian VITERNA Plus dan POC NASA dapat meningkatkan stamina dan kesehatan Ayam Kampung Super sehingga tidak mdah stress dan dapat menekan angka kematian. Dengan Produk ini,menurut Pak Broto angka kematian dibawah 5 % sedang yang tidak memakai produk ini bisa diatas 10 % angka kemaianya. Keunggulan lain dari VITERNA Plus dan POC NASA adalah mengurangi bau pada kotoran ayam, sehingga tidak mengganggu lingkungan.
Melihat keberhasilan Pak Broto Beternak Ayam Kampun Super bersama Produk VITERNA Plus dan POC NASA, Tidakkah Anda Tertarik Untuk Mencoba dan Membuktikanya ?
Iklan
Dipublikasi di VITERNAPLUS | Tag , | Meninggalkan komentar
VITERNA UNTUK SEMUA

VITERNA UNTUK SEMUA

VITERNAPLUS DI FORMULASIKAN UNTUK SEMUA TERNAK ANDA KARENA KEBUTUHAN SEMUA  NUTRISI TERNAK SAMA , HANYA JUMLAH DAN KOMPISISINYA SAJA YG BERBEDA.

Dipublikasi di AYAM BROILER, ITIK, VITERNAPLUS | Tag | Meninggalkan komentar

Permentasi Pakan Ternak

Pakan Fermentasi untuk Kambing cukup dua orang untuk 40 ekor, Biaya bisa di minimalisir. Lebih Irit, Murah dan Menguntungkan !
Probiotik TANGGUH
 taproku
Domba dan Kambing hanya sebagian dari ternak yang bisa merasakan lezatnya pakan fermentasi. Selain menguntungkan dari sisi pengeluaran, Kambing ternyata juga cepat gemuk. Cara membuatnya juga mudah dan bisa dilakukan siapa saja.
Saat Drum/tong dibuka, daun-daun utuh masih bertangkai yang berwarna coklat. Baunya segar, harum dan sepertinya gurih. Inilah pakan fermentasi yang saat ini sedang marak digunakan oleh banyak peternak. Kambing untuk hari raya kita besarkan dengan pakan ini, hasilnya luar biasa… kata Pak Hasan 42 tahun (peternak kambing). Bukan hanya untuk pembesaran Kambing-Domba , Kambing PE yang diambil susu nya juga diberi makan dengan pakan fermentasi ini.
Pak Hasan memulai usahanya memelihara kambing sejak tahun 2011. Sementara untuk Domba ia memelihara sejak tahun 2006. Untuk dombanya pakan yang diberikan pertama kali adalah hijauan dan ampas tahu. Setelah ada pakan fermentasi, Dombanyapun beralih pakan. Pakan fermentasi ini dibuat dari bahan-bahan seperti Dedak Kopi, Bungkil, Tongkol Jagung, Gaplek, Tetes Tebu dan Fermentator. Sebenarnya kita dapt memanfaatkan bahan sisa yang berada di sekitar kita. Daerah tempat tinggal pak hasan memang penuh dengan tanaman kopi. Sisa hasil penggilaingan kopi inilah yang dinamakan dedak kopi. Setelah jadi, ramuan ini dinamakan konsentrat. Konsentrat ini harus dicampur dengan pakan silase.
Untuk silase, bisa dibuat dari hijauan yang biasa diberikan untuk kambing. Hijauan ini dipotong-potong kemudian disemprot menggunakan tetes tebu dengan perbandingan 4 liter tetes dan 40 liter air.  Bahan berupa silase dan konsentrat diberikan dengan tambahan katul dan ampas tahu. Pada domba, konsentrat dan ampas diberikan dengan tambahan jerami sebagai sumber serat.
Pada Kambing, bahan-bahan berupa hijauan ini tidak perlu dicacah lembut seperti pada sapi. Dengan demikian tidak dibutuhkan mesin coper / mesin pencacah makanan ternak. Saat dicoba diberikan, hijauan dalam bentuk fermentasi tersebut bentuknya memang masih utuh berupa potongan beserta ranting tanaman. Kambing juga tampak lahap memakannya tanpa kendala sama sekali. Untuk lebih memaksimalkan tenaga kerja, Hasan tidak membuat sendiri konsentrat sebagai campuran pakan tersebut. “kita pesan dari rekan yang membuat konsentrat tersebut,”  katanya. Walaupun membeli jika dihitung-hitung masih ada keuntunganya dan tetap hemat. “Kebetulan daerah kita memang banyak sekali limbah-limbah pertanian yang terbuang-buang. Dengan sedikit teknik saja, ternyata limbah ini bisa dijadikan pakan yang bernilai gizi tinggi bagi ternak,” tambahnya.
Pakan kambing berupa hijauan, walaupun terdapat banyak di alam, namun daya simpannya tidak lama. Hijauan ini harus segera diberikan. Ternak biasanya tidak mau jika daun-daunan sudah kering. Dengan metode silase ini pakan bisa awet selam berhari-hari. Ini adalah suatu keuntungan tersendiri karena kita bisa membuat pakan untuk stok selama beberapa hari.
Pak Hasan mengaku bahwa dengan pemberian pakan fermentasi ini, ada penghemaatan dalam tenaga kerja. Untuk memberi pakan ternak sebanyak 40 ekor, dibutuhkan dua orang tenaga kerja. Sampai pada angka 100 ekor cukup ditangani oleh dua orang saja, ini dengan catatan bahwa makanan sudah siap diberikan. Modal terbesar mungkin pada pembelian tong-tong plastik tersebut. Semakin banyak populasi ternak maka kita harus menyediakan banyak tong untuk wadah fermentasi. Saat ini tong plastik menjadi pilihan favorit bagi para pelaku pembuat pakan fermentasi.
Keuntungan sama, ada penghematan waktu
Pakan fermentasi memberikan nutrisi cukup untuk ternak. Dalam sebuah penelitian, ternyata kandungan protein pakan fermentasi ini lebih baik daripada  konsentrat produksi sebuah pabrik. Dalam skala besar kita harus berhati-hati dalam memilih konsentrat untuk ternak. Jika perlu, kita bisa membawa konsentrat tersebut ke laboratorium untuk uji kandungan gizi. sudah sesuaikah dengan yang ditulis?
Dengan pakan fermentasi bobot ternak lebih cepat tercapai dengan demikian umur panen menjadi lebih singkat. Untuk penggemukan pakan ini cocok sekali. Untuk kambing yang diambil susu nya pun, pakan ini juga sangat bagus. Saat menggunakan ramban / daun-daunan segar biasa, dibutuhkan sekitar Rp.7.500,- untuk setiap bongkoknya per sekali makan. Dengan pakan fermentasi biayanya hanya Rp. 2.000 rupiah per sekali makan. Nyata sekali bedanya bukan ?
Bagaimana ketahanan dari bahan makanan fermentasi ini? Dalam kondisi sesuai prosedur, bahan makanan ini tahan hingga satu bulan dalam tong. Sesuai prosedur disini artinya tetap dalam kondisi kedap udara. Setelah pakan diambil, Wadah ditutup rapat lagi. Demikian seterusnya hingga pakan habis dan kita siap membuatnya lagi yang baru.
Perbedaan selisih biaya pakan memang kadang sederhana. Namun jika ternak anda banyak , Jumlahnya bisa banyak juga. Selisihnya bisa jadi sangat luar biasa. Untuk para peternak besar, menggunakan pakan fermentasi sangat dianjurkan agar efektif dan efisien. Selamat Mencoba . . . .
TRANSagro
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

BUDIDAYA AYAM PEDAGING

TEKNIS BUDIDAYA AYAM PEDAGING DENGAN TEKNOLOGI NASA

                                                                                

I.  Pendahuluan

Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7     minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).

II. Pemilihan Bibit

Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih

III. Kondisi Teknis yang Ideal

a. Lokasi kandang
Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.

b.Pergantian udara dalam kandang.
Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.

c.Suhu udara dalam kandang.
Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :
Umur  (hari)    Suhu ( 0C )
01 – 07    34 – 32
08 – 14    29 – 27
15 – 21    26 – 25
21 – 28    24 – 23
29 – 35    23 – 21

d.Kemudahan mendapatkan sarana produksi
Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.

IV. Tata Laksana Pemeliharaan

4.1 Perkembangan
Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.
Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

4.2. Pakan
– Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).
– Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. -Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.
– Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.
– Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.

Contoh perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen =
1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.

4.3. Vaksinasi
Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

4.4. Teknis Pemeliharaan
– Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 – 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).
– Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.
– Minggu Kedua (hari ke 8 -14).
Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.
– Minggu Ketiga (hari ke 15-21).
Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.
– Minggu Keempat (hari ke 22-28).
Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal
mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
– Minggu Kelima (hari ke 29-35).
Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 – 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
– Minggu Keenam (hari ke-36-42).
Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.

4.5. Penyakit

Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :
– Tetelo (Newcastle Disease/ND)
Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 – 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
– Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)
Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.
– Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)
Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
– Berak Kapur (Pullorum).
Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.
Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.
Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :
1. Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
2. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh
3. Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.

4.6. Sanitasi/Cuci Hama Kandang
Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

SEJAK MASUK LANGSUNG BERIKAN VITERNA 1 CC/LITER AIR MINUM

SEJAK MASUK LANGSUNG BERIKAN VITERNA 1 CC/LITER AIR MINUM

UMUR 17 HARI AYAM SEHAT BERKAT VITERNA
UMUR 17 HARI AYAM SEHAT BERKAT VITERNA

TETAP SEHAT

TETAP SEHAT

SIAP JUAL

SIAP JUAL

Dipublikasi di AYAM BROILER | Tag , | 1 Komentar

PERAN VITERNA DALAM SALURAN PENCERNAAN TERNAK

Viterna adalah suplemen pakan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang mengandung nutrisi murni seperti vitamin, mineral dan beberapa asam-asam amino penyusun protein. Manfaat Viterna adalah untuk meningkatkan produktivitas ternak seperti meningkatkan nafsu makan, mempercepat pertumbuhan, meningkatkan stamina tubuh ternak serta mengurangi bau dari kotoran ternak.

Kandungan nutrisi yang terdapat pada Viterna saat masuk dalam saluran pencernaan, maka akan diserap di dalam usus dan kemudian dialirkan keseluruh tubuh melalui darah. Selain manfaat diatas, kandungan gizi ternak pada Viterna berperan juga sebagai nutrisi pada mikrobia-mikrobia yang terdapat di saluran pencernaan ternak yang membantu dalam proses pencernaan pakan ternak. Jadi Viterna adalah suplemen pakan ternak murni nutrisi, dan juga bisa berperan sebagai prebiotic namun bukan produk probiotik..   VITERNA by PT. Natural Nusantara

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar

VITERNAPLUS

Kembali menyegarkan ingatan kita akan pentingya produk satu ini untuk keberhasilan usaha ternak dan perikanan kita :

Viterna Plus Merupakan Suplemen Pakan Ternak, Ikan dan Udang yang diolah dari berbagai macam bahan alami hewan dan tumbuhan yang memberikan zat-zat yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan.
Viterna Plus sangat baik digunakan untuk penggemukan ternak ; Ayam, Sapi, Kambing, Domba, Kelinci, Ikan, Udang, dsb dengan fungsi sebagai berikut :
  1. Meningkatkan pertambahan berat badan perhari (Average Dailly Gain / ADG) – Kualitas Daging – Kesehatan Ternak (Aspek K3)
  2. Memacu Enzim-enzim pencernaan ternak.
  3. Memberikan Mineral-mineral essensial maupun non essensial.
  4. Memberikan berbagai macam nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan ternak, ikan dan udang (Protein, Lemak, Vitamin, dsb.)
  5. Menambah kandungan asam-asam lemak di dalam rumen / lambung ternak.
  6. Meningkatkan effisiensi dan efektifitas pakan / TDN.
  7. Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.
  8. Meningkatkan Nafsu Makan.
  9. Mengurangi Bau Kotoran Ternak.
  10. Produk Alami aman untuk ternak, ikan, udang dan lingkungan.

Cara Pakai :

  1. Ternak Besar ; Sapi, Kerbau, dll : 5 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan  (komboran)
  2. Ternak Kecil ; Kambing, Kelinci, dll : 4 cc perhari dicampurkan air minum atau pakan (komboran)
  3. Ternak Unggas ; Ayam, Itik, dll. 1cc/liter air minum setiap hari sekali.
  4. Perikanan ; Bandeng, Udang, Ikan Mas, Lele, Gurame, Patin, Nila, dll. 2-5cc/liter/kilogram pakan.
Komposisi :
  • Mineral-Mineral.
  • Volatil Fatty Acid (Asam Lemak)
  • Asam-Asam Amino (Protein)
  • Vitamin-Vitamin A, D, E, K, B kompleks, C
ISI : 500 cc
Volume Tutup : 12,5 cc
No. Reg : IDM000022686
Gambar | Posted on by | Tag | Meninggalkan komentar